Wajah Di Cermin II

Peringatan untuk diri sendiri (dan para pembaca):

refleksi diriJika anda tidak suka kepada wajah di dalam cermin, jangan perbaiki cermin tetapi perbaiki diri sendiri.

Siapa cermin kita dalam kehidupan ini?

Dalam kehidupan, kita banyak merungut tentang seseorang atau perkara yang kita tidak sukai, contoh:

1. Kita mungkin selalu merungut tentang pasangan kita. Pasangan kita adalah cermin kita. Jika kita tidak suka dengan cermin tersebut, jangan perbaiki cermin tetapi perbaiki diri untuk menjadi pasangan yang lebih baik. Insya Allah pasangan kita akan menjadi pasangan yang lebih baik.

2. Kita mungkin selalu merungut tentang anak-anak. Anak-anak juga merupakan cermin kita. Jika kita ingin melihat cermin itu cantik, perbaiki diri kita. Sudahkah kita mendidik anak-anak dengan baik? Adakah kita tenang dan istiqamah dalam mendidik anak-anak? Adakah kita menjadi contoh yang baik untuk anak-anak? Adakah kita selalu berdoa untuk kebaikan anak-anak?

3. Kita mungkin tidak puashati dengan sikap atau prestasi staf, pekerja atau pengikut kita. Mereka juga merupakan cermin diri kita. Sebagai ketua atau pemimpin mereka, apa yang kita lakukan untuk mencetuskan perubahan dalam cara mereka melakukan kerja mereka dan menjadi pemangkin agar mereka bersikap positif dan lebih produktif? Apa yang kita lakukan agar hasil kerja mereka lebih berkualiti? Apa yang kita lakukan agar mereka selalu memberi yang terbaik? Marah, merungut atau membebel tidak akan menyebabkan perubahan yang diinginkan.

Kita boleh mengadu atau merungut tentang apa saja di dunia ini. Namun begitu perlu diingat bahawa ianya akan terpantul balik kepada kita. Ia akan memberi impak kepada diri kita, kepada emosi kita dan bagaimana cara kita menghadapi sesuatu situsasi atau kehidupan seharian.

Dunia yang kita lihat adalah refleksi diri kita. Justeru jadilah perubahan yang kita ingin lihat pada orang lain. Contoh: Jika kita ingin orang menghormati kita, kita mesti menghormati orang terlebih dahulu. Jika kita ingin disayangi, kita mesti menyayangi terlebih dahulu.

“Barangsiapa yang tidak mengasihi, maka dia tidak akan dikasihi.” – HR Al-Bukhari.

Wallahua’lam